Serba Serbi Wedang Tahok

Sudah kenal wedang tahok? - Wedang tahok adalah minuman hangat dari sari kedelai, gula dan jahe yang sudah ada sejak lama. Minuman ini bisa membuat nyaman tubuh seseorang dengan rasa hangat dan manfaatnya.

Tahok merupakan minuman tradisional Cina yang dibawa oleh pendatang dari Tionghoa yang kemudian menetap di Pasar Gede, Solo. Jika dilihat sekilas, tahok menyerupai pudding ataupun bubur sumsum. Tetapi, tahok itu sendiri merupakan makanan yang berasal dari sari kedelai yang dibuat lebih kental dengan diberi kuah jahe.

Mudah ditemukan di Solo, Jawa Tengah. Wedang tahok menjadi salah satu kuliner yang wajib dicicip saat kesana. Apa tahok itu?

Simak fakta dan serba serbi mengenai wedang tahok.

  1. Berasal dari Tiongkok

Terkenal sebagai kuliner khas Solo, wedang tahok ternyata pertama kali dikenalkan oleh keturunan Tionghoa. Nama tahok berasal dari kata tao/teu yang berarti kedelai, dan hu artinya lumat.

Seiring berjlannya waktu, wedang tahok semakin disukai masyarakat Indonesia. Apalagi saat musim hujan, wedang tahok cocok dinikmati karena mampu menghangatkan badan.

  1. Memiliki banyak nama

Wedang tahok memang identik dengan kota Solo, tapi dibeberapa daerah lain memiliki minuman berkuah jahe tersebut dengan nama yang berbeda. Bila di Solo dikenal dengan tahok, di Jawa Timur menyebutnya tahwa atau tauwa.

Warga ibukota dan Jawa Barat menyebutnya dengan kembang tahu. Di Yogyakarta banyak yang mengenal minuman ini sebagai wedang tahu. Meskipun namanya berbeda-beda, tetapi bahan dan cara pembuatannya sama.

  1. Proses pembuatan yang cukup lama

Proses membuat wedang tahok cukup lama. Pertama-tama kedelai itu di bersihkan, lalu digiling. Setelah digiling dikasih air lalu disaring diambil susu kedelainya. Membutuhkan empat jam untuk proses perendaman kedelai agar kulit arinya terlepas.

Habis itu baru direbus sampai matang barulah dijadikan kental. Tak berhenti disitu, proses memasak tahok memerlukan waktu dua jam hingga mengental dan mendapatkan tekstur sesuai yang diinginkan.

  1. Selalu laris manis diserbu penikmatnya

Di Solo, wedang tahok bisa ditemukan dibeberapa tempat. Namun, yang paling terkenal ada di kawasan Pasar Gede.

Dijual dengan harga yang relatif murah tiap porsinya, wedang tahok selalu laris manis diburu pencinta kuliner lawas.

  1. Manfaat bagi tubuh

Wedang tahok atau kembang tahu memiliki warna putih dan tekstur lembut seperti puding atau bubur. Minuman hangat ini punya rasa manis nikmat dan manfaat yang baik bagi tubuh.

Karena kuah dari wedang tahok terbuat dari jahe dan kayu manis. Wedang hangat ini dipercaya mampu menurunkan kolesterol serta menjaga daya tahan tubuh kala cuaca sedang tak bersahabat.

Khasiat lainnya yaitu dapat mengobati masuk angin. Tak hanya itu, tahok juga bagus untuk membantu melancarkan proses persalinan bagi ibu hamil.

Jika mengunjungi kota Solo, masukkan wedang tahok dalam daftar kulineran Anda ya! Semoga artikel Indonesian Chef Association ini bermanfaat.

Referensi:

IDNTimes, Kumparan

Gambar:

Kompas

Solo.go.id

Fimela

Share this Post

Share

Chef Expo 2019

Event kuliner tahunan yang ditunggu-tunggu nih! - Indonesian Chef Association (ICA) akan menggelar C...